Selasa, 09 Mei 2017

Edit Posted by with 2 comments
Me with my best friend by ayuwahyuniayu.aw@gmail.com

In this time , i want to introduse my friend but about myself first .
My full name is Sri Wahyuni , just call me Ayu .
I have best friend they are Ida Lestia Ningsih, Nurmaghfirah and the last is Khadijah.
We studies at Lp3i Business College Banda Aceh majoring Computerized Accounting .

Ida is from Nagan Raya , Nur is from Aceh Besar , Khadijah is from Banda Aceh and me too . We are from  different place with  different characters but we Always try to complement each other because that difference makes it beautiful 😀

Kamis, 10 September 2015

SENYAWA KARBON

Edit Posted by with No comments

SENYAWA KARBON


Gugus Fungsi Senyawa Karbon
Gugus fungsi merupakan bagian aktif dari senyawa karbon yang menentukan sifat-sifat senyawa karbon. Jumlah senyawa karbon sangat banyak, sehinggasulit jika dipelajari satu per satu. Untuk memudahkannya,maka senyawa-senyawa karbon itu dikelompokkan ber-dasarkan sifat khas yang dimiliki oleh senyawa-senyawatersebut. Sifat yang khas itu disebabkan adanya atom atau gugus atom yang menentukan struktur dan sifat darisenyawa karbon, yang disebut gugus fungsi. Gugus fungsimerupakan bagian yang aktif dari senyawa karbon. Apabila senyawa karbon direaksikan dengan suatu zat, makagugus fungsinyalah yang mengalami perubahan. Jadi,senyawa karbon yang memiliki gugus fungsi tertentumempunyai sifat-sifat tertentu pula. Berdasarkan gugus fungsinya senyawa-senyawa karbon yang jumlahnya sangat banyak dikelompokkan. Dengan demikian gugus fungsi dapat membedakan suatu golongan senyawa karbon dengan golongan yang lainnya.
Gugus fungsi tersebut berupa ikatan karbon rangkap dua, ikatan karbon rangkap tiga, dan atom/ gugus atom. Meskipun senyawa-senyawa karbon mempunyai unsure dasar sama yaitu karbon, tetapi sifat-sifatnya jauh berbeda satu dengan yang lainnya. Perbedaan ini disebabkan oleh gugus fungsi yang diikat berbeda.
Contoh :
.................H ..H ..H
..................l....l.....l
H – C – C – C – H
........l.....l.....l
...................H...H ... H
Ketiga senyawa tersebut dibedakan oleh gugus –H, gugus – C = C -, dan gugus – OH. Gugus inilah yang membedakan sifat ketiganya, baik sifat fisika dan sifat kimia.
Senyawa-senyawa karbon yang mempunyai gugus fungsional yang sama
dikelompokkan dalam satu golongan
Tabel Beberapa Gugus Fungsi Senyawa karbon.
No
Gugus Fungsi
Deret homolog
Rumus Umum
Contoh Rumus Struktur
Nama IUPAC
Rumus Molekul
1.
2

3

4


5


6
-OH
-O-

-CHO

-CO-


-COOH

-COOR
alkanol
alkoksi alkana /eter
alkanal/aldehid

alkanon/keton


asam alkanoat

alkyl alkanoat
R-OH
R-O-R


R-CHO


R-CO-R


R-COOH

R-COOR
CH3-CH2OH
CH3-O-CH3


CH3-CO-CH3


CH3-CH2CHO


CH3-COOH

CH3-COO-CH3
etanol
metoksi metana
propanal

propanon

asam etanoat

metil etanoat
CnH2n+2O
CnH2n+2O

CnH2nO


CnH2nO

CnH2nO2

CnH2nO2



















                                                  
SENYAWA HIDROKARBON
Disebut Hidrokarbon karena mengandung unsur C dan H
 Terdiri dari :
1. Alkana (CnH2n+2)
2. Alkena (CnH2n)
3. Alkuna (CnH2n-2)
*     ALKANA
 Hidrokarbon jenuh (alkana rantai lurus dan siklo/cincin alkana) Disebut golongan parafin : affinitas kecil (=sedikit gaya gabung)
 Sukar bereaksi
C1 – C4 : pada t dan p normal adalah gas
C4 – C17 : pada t dan p normal adalah cair
 C18 : pada t dan p normal adalah padat
 Titik didih makin tinggi : terhadap penambahan unsur C
Jumlah atom C sama : yang bercabang mempunyai TD rendah
 Kelarutan : mudah larut dalam pelarut non polar
 BJ naik dengan penambahan jumlah unsur C
Sumber utama gas alam dan petroleum

Struktur ALKANA :
CnH2n+2 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 (heksana)

PEMBUATAN ALKANA :
§ Hidrogenasi senyawa Alkena
§ Reduksi Alkil Halida
§ Reduksi metal dan asam

PENGGUNAAN ALKANA :
Metana : zat bakar, sintesis, dan carbon black (tinta,cat,semir,ban)
Propana, Butana, Isobutana : zat bakar LPG (Liquified Petrolium Gases)
Pentana, Heksana, Heptana : sebagai pelarut pada sintesis

Fraksi tertentu dari Destilasi langsung Minyak Bumi/mentah
TD (oC) Jumlah C Nama Penggunaan
< 30 1 - 4 Fraksi gas Bahab bakar gas
30 - 180 5 -10 Bensin Bahan bakar mobil
180 - 230 11 - 12 Minyak tanah Bahan bakar memasak
230 - 305 13 - 17 Minyak gas ringan Bahan bakar diesel
305 - 405 18 - 25 Minyak gas berat Bahan bakar pemanas

Sisa destilasi :
1. Minyak mudah menguap, minyak pelumas, lilin dan vaselin
2. Bahan yang tidak mudah menguap, aspal dan kokas dari minyak bumi

ALKENA
§ Hidrokarbon tak jenuh ikatan rangkap dua
§ Alkena = olefin (pembentuk minyak)
§ Sifat fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur) : 2-metil-2-butena
§ Sifat sama dengan Alkana, tapi lebih reaktif

Struktur ALKENA :
CnH2n CH3-CH2-CH=CH2 (1-butena)

ETENA = ETILENA = CH2=CH2
§ Sifat-sifat : gas tak berwarna, dapat dibakar, bau yang khas, eksplosif dalam udara (pada konsentrasi 3 – 34 %)
§ Terdapat dalam gas batu bara biasa pada proses “cracking”
§ Pembuatan : pengawahidratan etanaol

PENGGUNAAN ETENA :
§ Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2)
§ Untuk memasakkan buah-buahan
§ Sintesis zat lain (gas alam, minyak bumi, etanol)

PEMBUATAN ALKENA :
§ Dehidrohalogenasi alkil halida
§ Dehidrasi alkohol
§ Dehalogenasi dihalida
§ Reduksi alkuna

ALKUNA
Hidrokarbon tak jenuh mempunyai ikatan rangkap tiga
Sifat-sifatnya menyerupai alkena, tetapi lebih reaktif

Struktur ALKUNA :
CnH2n-2 CH=CH (etuna/asetilen)

ETUNA = ASETILEN => CH=CH
1. Pembuatan : CaC2 + H2O ------> C2H2 + Ca(OH)2
2. Sifat-sifat :
§ Suatu senyawaan endoterm, maka mudah meledak
§ Suatu gas, tak berwarna, baunya khas
3. Penggunaan etuna :
§ Pada pengelasan : dibakar dengan O2 memberi suhu yang tinggi (+- 3000oC), dipakai
untuk mengelas besi dan baja
§ Untuk penerangan
§ Untuk sintesis senyawa lain

PEMBUATAN ALKUNA
§ Dehidrohalogenasi alkil halida
§ Reaksi metal asetilida dengan alkil halida primer

SENYAWA AROMATIK
§ Senyawa alifatis : turunan metana
§ Senyawa aromatis : turunan benzen (simbol Ar = aril)
§ Permulaan abad ke-19 ditemukan senyawa-senyawa organik yang mempunyai bau (aroma)
yang karakteristik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (damar benzoin, cumarin, asam
sinamat dll)

BENZEN = C6H6
§ Senyawa aromatis yang paling sederhana
§ Berasal dari batu bara dan minyak bumi
§ Sifat fisika : cairan, td. 80oC, tak berwarna, tak larut dalam air, larut dalam kebanyakan
pelarut organik, mudah terbakar dengan nyala yang berjelaga dan berwarna (karena kadar
C tinggi)

Pengunaan Benzen :
§ Dahulu sebagai bahan bakar motor
§ Pelarut untuk banyak zat
§ Sintesis : stirena, fenol, nilon, anilin, isopropil benzen, detergen, insektisida, anhidrida asam maleat, dsb

ALKIL HALIDA
§ Senyawa alkil halida merupakan senyawa hidrokarbon baik jenuh maupun tak jenuh yang satu unsur H-nya atau lebih digantikan oleh unsur halogen (X =Br, Cl,I)
§ Alkil halida = haloalkana = RX struktur primer, sekunder, tersier
§ Aril halida = ArX = senyawa halogen organik aromatic

. Haloalkana
Senyawa haloalkana merupakan kepanjangan dari
halogen alkana dan mempunyai rumus umum:
R – X = CnH2n + 1 – X
X  =  unsur halogen
    =  F, Cl, Br, I
Halogen yang terikat bisa lebih dari satu baik jum-lah maupun jenisnya.
Contoh:
CH3Cl; CH2Cl2; CHCl3; CCl4; CH3CH2Cl; CH3CH2Br; CH3I;
CCl2F2; CF3–CHClBr.
a. Tata nama
Tata nama senyawa haloalkana bisa dengan cara se-bagai berikut.
1) Nama halogen disebutkan terlebih dahulu dan diberi
nama halo seperti F dengan fluoro, Cl dengan klo-ro, Br dengan bromo, dan iod dengan iodo.
2) Penomoran C1 berdasarkan nomor halogen yang
terkecil. Halogen dianggap cabang seperti alkil.
3) Jika halogen yang sama lebih dari satu diberi awal-an:
  2 dengan di, –  4 dengan tetra,
  3 dengan tri, –  5 dengan penta.
4) Jika jenis halogen lebih dari satu penomoran C1 berdasark
halogen yang lebih reaktif.
5) Untuk kereaktifannya:  F > Cl > Br > I
Penulisan halogen berdasarkan urutan abjad.
Contoh:
1) CH3Cl
kloro metana
2) CH2Cl2
dikloro metana
3) CHCl3
trikloro metana
(kloroform)
4) CCl4
tetrakloro metana
(karbon tetraklorida)
5) CH2 – CH2
 |         |
Br       Br
1,2-dibromo etana
6) CH3–CH–CH2–Cl
      |
     Cl
1,2-dikloro propana
7) CH3–CH2–CH–CH–CH3
         |        |
   Cl      Cl
2,3-dikloro pentana
8) CCl2F2
dikloro difluoro metana
(freon)
9) CHl3
triiodo metana (iodoform
CH3 – CH – CH – CH – C
           |        |        |
 C      Cl      CH3
2,3-dikloro-4-metil penta
10)      F    Br
      |      |
         C – C – C – H
          |      |
          F    Cl
        2-bromo-2-kloro-1,1-
  difluoro etana


Sifat fisika Alkil Halida :
§ Mempunyai TD lebih tinggi dari pada TD Alkana dengan jumlah unsur C yang sama.
§ Tidak larut dalam air, tapi larut dalam pelarut organik tertentu.
§ Senyawa-senyawa bromo, iodo dan polikloro lebih berat dari pada air.

Struktur Alkil Halida :
R-X (X=Br, Cl, I)

CH3-CH2-CH2-CH2-Cl (CH3)2CH-Br (CH3)3C-Br
Primer sekunder tersier

PEMBUATAN ALKIL HALIDA :
§ Dari alkohol
§ Halogenasi
§ Adisi hidrogen halida dari alkena
§ Adisi halogen dari alkena dan alkuna

PENGGUNAAN ALKIL HALIDA :
§ Kloroform (CHCl3) : pelarut untuk lemak, obat bius (dibubuhi etanol, disimpan dalam botol
coklat, diisi sampai penuh).
§ Tetraklorometana = karbontetraklorida (CCl4) : pelarut untuk lemak, alat pemadam
kebakaran (Pyrene, TD rendah 77oC, uapnya berat.
§ Freon (Freon 12 = CCl2F2, Freon 22 = CHCl2F) : pendingin lemari es, alat “air conditioner”,
sebagai propellant (penyebar) kosmetik, insektisida, dsb.

ALKOHOL
§ Alkohol : tersusun dari unsur C, H, dan O
§ Struktur alkohol : R-OH primer, sekunder dan tersier

Sifat fisika alkohol :
§ TD alkohol > TD alkena dengan jumlah unsur C yang sama (etanol = 78oC, etena =-88,6oC)
§ Umumnya membentuk ikatan hidrogen
§ Berat jenis alkohol > BJ alkena
§ Alkohol rantai pendek (metanol, etanol) larut dalam air (=polar)

Struktur Alkohol : R - OH
R-CH2-OH (R)2CH-OH (R)3C-OH
Primer sekunder tersier

PEMBUATAN ALKOHOL :
§ Oksi mercurasi – demercurasi
§ Hidroborasi – oksidasi
§ Sintesis Grignard
§ Hidrolisis alkil halide

PENGGUNAAN ALKOHOL :
§ Metanol : pelarut, antifreeze radiator mobil, sintesis formaldehid,metilamina,metilklorida,metilsalisilat, dll
§ Etanol : minuman beralkohol, larutan 70 % sebagai antiseptik, sebagai pengawet, dan sintesis eter, koloroform, dll

FENOL
§ Fenol : mengandung gugus benzen dan hidroksi
§ Mempunyai sifat asam
§ Mudah dioksidasi
§ Mempunyai sifat antiseptik
§ Penggunaan sbg antiseptikum dan sintesis

ETER
§ Eter : isomer atau turunan dari alkohol (unsur H pada OH diganti oleh alkil atau aril)
§ Eter : mengandung unsur C, H, dan O

Sifat fisika eter :
§ Senyawa eter rantai C pendek berupa cair pada suhu kamar dan TD nya naik dengan
penambahan unsur C.
§ Eter rantai C pendek medah larut dalam air, eter dengan rantai panjang sulit larut dalam air
dan larut dalam pelarut organik.
§ Mudah terbakar
§ Unsur C yang sama TD eter > TD alkana dan < TD alkohol (metil, n-pentil eter 100oC,
n-heptana 98oC, heksil alkohol 157oC).

Struktur eter :
R – O – R CH3-CH2-O-CH2-CH3 (dietil eter)
CH3-CH2-O-C6H5 (fenil etil eter)

PEMBUATAN ETER :
Sintesis Williamson
Alkoksi mercurasi – demercurasi

PENGGUNAAN ETER :
§ Dietil eter : sbg obat bius umum, pelarut dari minyak, dsb.
§ Eter-eter tak jenuh : pada opersi singkat : ilmu kedokteran gigi dan ilmu kebidanan.

AMINA
§ Senyawa organik bersifat basa lemah, dibanding air lebih basa.
§ Jumlah unsur C kecil sangat mudah larut dalam air.

Sifat fisika Amina :
§ Suku-suku rendah berbentuk gas.
§ Tak berwarna, berbau amoniak, berbau ikan.
§ Mudah larut dalam air
§ Amina yang lebih tinggi berbentuk cair/padat.
§ Kelarutan dalam air berkurang dengan naiknya BM.

Struktur amina :
R-NH2, (R)2NH, (R)3N =primer, sekunder, tersier

CH3-CH2-CH2-CH2-NH2 (CH3)2NH (CH3)3N
Primer sekunder tersier

Struktur Amina berdasarkan rantai gugus alkil/aril :
§ Amina aromatis
§ Amina alifatis
§ Amina siklis
§ Amina campuran

PEMBUATAN AMINA :
§ Reduksi senyawa nitro
§ Reaksi alkil halida dengan amonia dan amina

PENGGUNAAN AMINA :
§ Sebagai katalisator
§ Dimetil amina : pelarut, absorben gas alam, pencepat vulkanisasi, membuat sabun, dll.
§ Trimetil amina : suatu penarik serangga.

ALDEHID
§ Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung gugus karbonil (C=O) yang terikat pada
sebuah atau dua buah unsur hidrogen.
§ Aldehid berasal dari “ alkohol dehidrogenatum “ (cara sintesisnya).
§ Sifat-sifat kimia aldehid dan keton umumnya serupa, hanya berbeda dalam derajatnya.
Unsur C kecil larut dalam air (berkurang + C).
§ Merupakan senyawa polar, TD aldehid > senyawa non polar
§ Sifat fisika formaldehid : suatu gas yang baunya sangat merangsang
§ Akrolein = propanal = CH2=CH-CHO : cairan, baunya tajam, sangat reaktif.

FORMALDEHID = METANAL = H-CHO
§ Sifat-sifat : satu-satunya aldehid yang berbentuk gas pada suhu kamar, tak berwarna,
baunya tajam, larutanya dalam H2O dari 40 % disebut formalin.
§ Penggunaan : sebagai desinfektans, mengeraskan protein (mengawetkan contoh-contoh
biologik), membuat damar buatan.

Struktur Aldehid :
R – CHO

PEMBUATAN ALDEHID :
§ Oksidasi dari alkohol primer
§ Oksidasi dari metilbenzen
§ Reduksi dari asam klorida

KETON
§ Keton adalah suatu senyawa organik yang mempunyai sebuah gugus karbonil (C=O) terikat
pada dua gugus alkil, dua gugus aril atau sebuah alkil dan sebuah aril.
§ Sifat-sifat sama dengan aldehid.

PROPANON = DIMETIL KETON = ASETON = (CH3)2-C=O
§ Sifat : cairan tak berwarna, mudah menguap, pelarut yang baik.
§ Penggunaan : sebagai pelarut

ASETOFENON = METIL FENIL KETON
§ Sifat : berhablur, tak berwarna
§ Penggunaan : sebagai hipnotik, sebagai fenasil klorida (kloroasetofenon) dipakai sebagai gas
air mata

Struktur :
(R)2-C=O

PEMBUATAN KETON :
§ Oksidasi dari alkohol sekunder
§ Asilasi Friedel-Craft
§ Reaksi asam klorida dengan organologam

ASAM KARBOKSILAT
§ Mengandung gugus COOH yang terikat pada gugus alkil (R-COOH) maupun gugus aril
(Ar-COOH)
§ Kelarutan sama dengan alkohol
§ Asam dengan jumlah C 1 – 4 : larut dalam air
§ Asam dengan jumlah C = 5 : sukar larut dalam air
§ Asam dengan jumlah C > 6 : tidak larut dalam air
§ Larut dalam pelarut organik seperti eter, alkohol, dan benzen
§ TD asam karboksilat > TD alkohol dengan jumlah C sama.

Struktur Asam Karboksilat :
R – COOH dan Ar – COOH

CH3-CH2-CH2-CH2-COOH : Asam Valerat
CH3-COOH : Asam Asetat

ASAM FORMAT = HCOOH
§ Sifat fisika : cairan, tak berwarna, merusak kulit, berbau tajam, larut dalam H2O dengan
sempurna.
§ Penggunaan : untuk koagulasi lateks, penyamakkan kulit, industri tekstil, dan fungisida.

ASAM ASETAT = CH3-COOH
§ Sifat : cair, TL 17oC, TD 118oC, larut dalam H2O dengan sempurna
§ Penggunaan : sintesis anhidrat asam asetat, ester, garam, zat warna, zat wangi, bahan
farmasi, plastik, serat buatan, selulosa dan sebagai penambah makanan.

PEMBUATAN ASAM KARBOKSILAT
§ Oksidasi alkohol primer
§ Oksidasi alkil benzen
§ Carbonasi Reagen Grignard
§ Hidrolisin nitril

AMIDA
§ Amida adalah turunan asam karboksilat, dimana gugus –OH digan-ti dengan –NH2 atau
amoniak, dimana 1 H diganti dengan asil.
§ Sifat fisika : zat padat kecuali formamida yang berbentuk cair, tak berwarna, suku-suku
yang rendah larut dalam air, bereaksi kira-kira netral.

Struktur Amida :
R – CONH2

PEMBUATAN AMIDA :
§ Reaksi asam karboksilat dengan amoniak
§ Garam amoniumamida dipanaskan
§ Reaksi anhidrid asam dengan amponiak

PENGGUNAAN AMIDA :
§ Formamida berbentuk cair, sebagai pelarut.
§ Untuk identifikasi asam yang berbentuk cair.
§ Untuk sintesis nilon, dsb.

ESTER
§ Ester adalah turunan asam karboksilat, dimana gugus H pada –OH diganti dengan gugus R.
§ Sifat fisika : berbentuk cair atau padat, tak berwarna, sedikit larut dalm H2O, kebanyakan mempunyai bau yang khas dan banyak terdapat di alam.

Struktut ester :
R – COOR

PEMBUATAN ESTER :
§ Reaksi alkohol dan asam karboksilat
§ Reaksi asam klorida atau anhidrida

PENGGUNAAN ESTER :
§ Sebagai pelarut, butil asetat (pelarut dalam industri cat).
§ Sebagai zat wangi dan sari wangi.